angelvissionnews.com | Tegal, 29 Juni 2026 — Dalam sebuah kesederhanaan, tersimpan kekuatan solidaritas.
Tidak ada seremoni maupun kemewahan, hanya doa, kepedulian, dan harapan yang mengiringi langkah Jangkar Karat Indonesia (JKI) saat mengunjungi keluarga salah satu awak kapal perikanan Indonesia yang hingga kini masih dinyatakan hilang dalam musibah tenggelamnya kapal penangkap ikan akibat tabrakan di perairan Busan, Korea Selatan.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Jangkar Karat Indonesia, Ari Purboyo, didampingi oleh Ketua Pejuang Suara Pelaut Indonesia, Saudara Kafandi, yang juga merupakan mantan pelaut Indonesia dengan pengalaman bekerja di kapal perikanan di Busan, Korea Selatan.
Turut hadir pula beberapa mantan pelaut Indonesia yang pernah bekerja di kapal-kapal Korea Selatan sebagai bentuk solidaritas kepada keluarga korban.
Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut. Tim Jangkar Karat Indonesia menyampaikan belasungkawa, memberikan penguatan moral, serta mendengarkan secara langsung harapan dan kegelisahan keluarga yang hingga hari ini masih menanti kabar mengenai orang yang mereka cintai.
“Kami hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai keluarga besar para pelaut dan awak kapal Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa keluarga korban tidak menghadapi cobaan ini sendirian,” ujar Ari Purboyo.
Selain memberikan dukungan kepada keluarga, Jangkar Karat Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan proses pencarian yang masih dilakukan oleh otoritas Korea Selatan, sekaligus memastikan keluarga korban memperoleh informasi yang akurat serta pendampingan yang diperlukan.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa bekerja di sektor perikanan merupakan profesi dengan risiko yang sangat tinggi.
Oleh karena itu, budaya keselamatan kerja, peningkatan kompetensi, penggunaan alat pelindung diri, serta perlindungan yang menyeluruh bagi awak kapal perikanan harus terus diperkuat agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Jangkar Karat Indonesia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mendoakan agar kedua awak kapal Indonesia yang masih hilang segera ditemukan, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini.
Keselamatan adalah panglima tertinggi dari siklus bekerja.
Jangkar Karat Indonesia
Jurnalis : Tikno
Editor : Tikno














