Angelvissionnews.com | Bandung – Bangunan Perpustakaan Gasibu yang selama ini jadi ruang baca satelit di sisi utara Lapangan Gasibu kini sudah dibongkar hingga rata dengan tanah. Pembongkaran ini dilakukan Pemprov Jawa Barat sebagai bagian dari proyek revitalisasi kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu.
Proyek “Pekerjaan Plaza Area Depan Gedung Sate – Gasibu” ini menelan anggaran Rp15,82 miliar dan berlangsung sejak 8 April 2026 hingga 6 Agustus 2026. Tujuannya untuk mengintegrasikan halaman Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu, mengembalikan poros Gedung Sate–Jalan Diponegoro–Gasibu sebagai sumbu utama identitas Jawa Barat. Jalan Diponegoro di depan kawasan itu juga akan dihapus.
Meski bangunan fisiknya dirobohkan, Pemprov Jabar memastikan layanan literasi tetap berjalan.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menjelaskan, pembongkaran dilakukan setelah administrasi penghapusan aset milik daerah selesai. Ia menyebut gedung diadaptasikan dengan desain landscape penataan Gasibu yang terintegrasi dengan halaman Gedung Sate agar lebih fungsional, rapi dan indah.
Untuk mengganti perpustakaan fisik, Pemprov Jabar menyiapkan 2 skema layanan:
1. Perpustakaan Digital
“Selanjutnya Perpustakaan Gasibu akan bertransformasi menjadi perpustakaan digital”. Platform ini memungkinkan masyarakat membaca koleksi buku secara daring tanpa harus datang ke bangunan fisik.
2. Perpustakaan Keliling / Mobile
Bagi warga yang masih butuh buku cetak, Pemprov akan mengoperasikan perpustakaan bergerak di sekitar kawasan Gasibu. Layanan mobile ini ditempatkan di area Gasibu untuk menjangkau masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka.
Herman juga menyebut masyarakat bisa mengakses perpustakaan umum terdekat, seperti Perpustakaan Umum Kota Bandung di Jalan Seram Nomor 2.
“Insya Allah, Lapangan Gasibu terintegrasi dengan halaman Gedung Sate dan masyarakat tetap mendapatkan layanan literasi,” ujarnya pada 14 Juli 2026.
Komisi V DPRD Jawa Barat mendukung penataan kawasan, tapi mengingatkan agar layanan literasi tidak hilang. Ketua Komisi V Yomanius Untung berharap pembongkaran ini bagian dari peningkatan kualitas layanan publik, termasuk perpustakaan.
“Saya yakin betul bahwa akan difasilitasi dalam bentuk yang lebih baik untuk layanan perpustakaan itu”.
Revitalisasi ini merupakan inisiatif Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Gubernur menegaskan yang dilakukan adalah “penyatuan” ruang publik, bukan penghilangan. Fokusnya mengubah aspal menjadi batu seperti di Jalan Braga agar area terlihat lebih luas dan representatif.
Selama masa revitalisasi, Lapangan Gasibu tetap dibuka untuk umum mulai pagi hingga pukul 18.00 WIB. Penutupan di malam hari hanya untuk perbaikan penerangan.
Dengan transformasi ini, Pemprov Jabar berharap ekosistem literasi di Jabar tetap terjaga meski wajah Gasibu berubah. Komitmennya: SDM Jabar dibangun lewat literasi agar kemiskinan, stunting, dan pengangguran bisa ditekan.
Jurnalis: Ajat Ardiansyah














