angelvissionnews.com | Jakarta – Jangkar Karat Indonesia saat ini sedang melakukan pendampingan terhadap dua kasus awak kapal perikanan Indonesia (AKPI) di Korea Selatan.
Dari kasus yang ditangani, salah satunya menyoroti persoalan serius, yaitu masih adanya awak kapal yang bekerja tanpa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) atau jaminan sosial. Senin, 25/5/2006
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Jangkar Karat Indonesia karena awak kapal perikanan merupakan kelompok pekerja dengan risiko kerja tinggi, mulai dari kecelakaan kerja, sakit, kehilangan kemampuan kerja, hingga kematian.
Ketua Jangkar Karat Indonesia, Ari Purboyo, menyampaikan bahwa perlindungan awak kapal perikanan tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban administratif sebelum keberangkatan, tetapi harus menjadi bagian utama dalam sistem perlindungan pekerja migran Indonesia.
“Awak kapal perikanan bukan hanya pekerja. Mereka adalah tulang punggung keluarga, penggerak industri perikanan, dan penyumbang devisa negara.
Ketika perlindungan tidak ada, maka dampaknya bukan hanya kepada pekerja, tetapi juga keluarga, pengusaha, dan negara,” ujar Ari.
Jangkar Karat Indonesia menilai perlindungan sosial seperti BPJSTK, jaminan kecelakaan kerja, dan perlindungan ketenagakerjaan harus dipastikan sejak proses sebelum penempatan hingga masa kerja di negara tujuan.
Menurut Jangkar, perlindungan awak kapal juga berarti menjaga keberlangsungan usaha sektor perikanan. Awak kapal merupakan sumber daya utama yang menghidupi rantai industri perikanan serta menopang ekonomi keluarga di daerah asal.
Karena itu, Jangkar Karat Indonesia mendorong pemerintah, perusahaan penempatan, pemilik kapal, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan tidak ada lagi awak kapal perikanan Indonesia yang berangkat bekerja tanpa perlindungan jaminan sosial.
“Melindungi awak kapal berarti melindungi keluarga, menjaga usaha, dan menjaga kontribusi mereka terhadap negara.” tutup Ari.
Menurut Jangkar Karat Indonesia Perlindungan, kesejahteraan, dan masa depan awak kapal Indonesia
Jurnalis : Tikno
Penyunting : Tikno














