Angelvissionnews.com | Badung, Bali – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali merembet ke sektor transportasi udara. Sebanyak 42 penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengalami pembatalan dan penyesuaian jadwal akibat paparan abu vulkanik di ruang udara penerbangan.
Data tersebut merupakan pembaruan manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 15.30 WITA.
Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan gangguan tersebut terjadi sebagai dampak meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang memengaruhi ruang udara pada jalur penerbangan.
“Dari pembaruan data penerbangan hingga pukul 15.30 WITA, terdapat sebanyak 42 penerbangan yang mengalami pembatalan dan penyesuaian jadwal,” demikian keterangan manajemen bandara.
30 Penerbangan Bali-Jakarta Dibatalkan
Dari puluhan penerbangan yang terdampak, rute Bali menuju Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang, menjadi salah satu yang paling banyak mengalami gangguan.
Untuk penerbangan keberangkatan dari Bali menuju Soekarno-Hatta, tercatat 30 penerbangan dibatalkan, sementara satu penerbangan mengalami penundaan.
Sementara dari arah sebaliknya, terdapat tujuh penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai yang dibatalkan.
Selain rute Jakarta, gangguan juga terjadi pada penerbangan dari Bali menuju Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma serta penerbangan menuju Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
Masing-masing tercatat terdapat dua penerbangan yang dibatalkan.
Rincian penerbangan terdampak hingga 15.30 WITA:
– 7 penerbangan CGK → DPS dibatalkan.
– 30 penerbangan DPS → CGK dibatalkan.
– 1 penerbangan DPS → CGK mengalami penundaan.
– 2 penerbangan DPS → HLP dibatalkan.
– 2 penerbangan DPS → BDO dibatalkan.
Dengan demikian, total terdapat 42 penerbangan yang mengalami pembatalan maupun penyesuaian jadwal.
Operasional Bandara Tetap Berjalan
Meski puluhan penerbangan terdampak, manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai memastikan aktivitas kebandarudaraan secara keseluruhan masih berjalan normal dan optimal.
Artinya, gangguan tidak membuat seluruh operasional bandara berhenti. Penerbangan yang tidak terdampak tetap dapat beroperasi dengan memperhatikan perkembangan kondisi ruang udara dan aspek keselamatan penerbangan.
Manajemen bandara juga terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk melakukan pembaruan jadwal sekaligus memberikan penanganan kepada calon penumpang yang sudah berada di terminal.
Penumpang Mulai Memadati Terminal
Dampak pembatalan dan perubahan jadwal membuat sejumlah calon penumpang berada di terminal lebih lama dari jadwal perjalanan semula.
Pengelola bandara menyiapkan layanan service recovery, termasuk pemberian minuman dan makanan ringan bagi penumpang penerbangan terdampak yang sudah berada di area terminal keberangkatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan penumpang sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang harus menunggu kepastian jadwal penerbangan berikutnya.
Bandara Berkoordinasi dengan AirNav
Selain berkoordinasi dengan maskapai, pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai juga bekerja sama dengan AirNav Indonesia untuk memantau perkembangan pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di ruang udara penerbangan.
Pemantauan tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.
Kondisi abu vulkanik dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer dan arah angin sehingga perkembangan ruang udara terus dipantau.
Calon Penumpang Diminta Cek Jadwal Sebelum Berangkat
Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai mengimbau calon penumpang untuk memeriksa status penerbangan kepada maskapai masing-masing sebelum berangkat menuju bandara.
Langkah ini penting untuk menghindari calon penumpang datang ke bandara ketika penerbangan mengalami pembatalan atau perubahan jadwal.
Masyarakat juga dapat memperoleh informasi melalui Contact Center InJourney Airports 172 untuk mendapatkan pembaruan terkait operasional kebandarudaraan.
Kemenhub Minta Hak Penumpang Dipenuhi
Di tengah gangguan penerbangan akibat aktivitas vulkanik, Kementerian Perhubungan juga meminta maskapai memastikan hak-hak penumpang terdampak tetap dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kemenhub menekankan pentingnya layanan informasi dan penanganan bagi penumpang yang penerbangannya terdampak kondisi erupsi.
Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas
Pembatalan penerbangan merupakan langkah yang berkaitan dengan keselamatan ketika kondisi ruang udara tidak memungkinkan penerbangan dilakukan secara normal.
Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya berdampak terhadap wilayah sekitar Selat Sunda, tetapi juga memberikan efek terhadap aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia akibat pergerakan abu vulkanik.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pihak bandara, maskapai, Kementerian Perhubungan, serta otoritas terkait.
Bagi calon penumpang yang akan melakukan perjalanan dari atau menuju Bali, pastikan mengecek kembali status penerbangan sebelum menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Redaksi














