Angelvissionnews.com | Bekasi – Dua pekerja bangunan asal Purwakarta, Erdian dan Heris, mengaku belum menerima upah selama kurang lebih tiga minggu. Keduanya menyebut pembayaran upah tersebut seharusnya diberikan oleh seorang mandor yang mereka kenal dengan sapaan Nana, yang menurut keterangan keduanya berasal dari Tasik Gentong.
Erdian dan Heris mengatakan bahwa selama bekerja, mereka telah menjalankan tugas pembangunan sesuai pekerjaan yang diberikan. Namun, hingga saat ini, upah mereka selama kurang lebih tiga minggu disebut belum juga dibayarkan.
Keterlambatan pembayaran tersebut membuat kedua pekerja berharap adanya kejelasan dari pihak yang bertanggung jawab. Mereka meminta mandor maupun pemberi kerja dapat menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-baik dan memenuhi kewajiban pembayaran atas pekerjaan yang telah mereka lakukan.
Pekerja Berharap Hak Segera Dibayarkan
Erdian dan Heris berharap persoalan keterlambatan pembayaran upah tidak berlarut-larut. Mereka juga berharap terdapat komunikasi yang jelas mengenai waktu pembayaran upah yang menjadi hak mereka.
Menurut keduanya, penyelesaian persoalan tersebut diharapkan dapat dilakukan melalui komunikasi dan musyawarah antara pekerja, mandor, serta pihak pemberi kerja.
Apabila belum menemukan titik penyelesaian, para pekerja dapat mempertimbangkan untuk meminta pendampingan kepada pihak atau instansi terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai alasan keterlambatan pembayaran dari pihak mandor maupun pemberi kerja belum diperoleh. Rilis ini memuat keterangan dan pengakuan dari pihak pekerja dan tetap membuka ruang bagi pihak yang disebutkan untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab.
Jurnalis/Indra Lesmana














