Angelvissionnews.com, JAKARTA — Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam berbagai aliansi dan kelompok relawan berencana menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun Angel Vision dari sejumlah sumber serta laporan yang masuk ke Mabes Polri, terdapat beberapa kelompok masyarakat yang telah menyampaikan rencana aksi dengan tuntutan dan tujuan yang berbeda.

Dari informasi yang diterima, sedikitnya terdapat tiga kelompok yang akan menyampaikan aspirasi pada 27 Agustus 2026, yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), serta Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).
AMPB Dorong Pengesahan RUU Perampasan Aset
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) merupakan kelompok yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Koordinator AMPB, Teguh Istianto, mengatakan pihaknya akan membawa sejumlah aspirasi dalam aksi tersebut. Salah satu tuntutan utama adalah mendorong percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, serta pemberlakuan hukuman mati bagi koruptor sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
AMPB berharap agenda pemberantasan korupsi dapat menjadi perhatian serius pemerintah dan lembaga legislatif.
GERAM Bawa 10 Tuntutan
Sementara itu, Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) yang terdiri dari gabungan 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil akan membawa sejumlah tuntutan dengan mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia.
Berikut 10 tuntutan yang akan disampaikan GERAM:
- Adili Prabowo-Gibran, dengan meminta pertanggungjawaban politik dan hukum atas kebijakan yang dinilai memperluas militerisme, melemahkan demokrasi, serta berdampak terhadap kondisi ekonomi negara.
- Hentikan dan evaluasi KDMP dan MBG, dengan menuntut penghentian serta evaluasi menyeluruh terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Hentikan kebijakan pajak yang dinilai menekan rakyat, dengan mendorong penghapusan atau pengurangan beban pajak bagi masyarakat miskin serta penerapan pajak progresif terhadap pemilik modal besar.
- Wujudkan pendidikan dan kesehatan gratis, yang ilmiah dan berkualitas, serta menolak komersialisasi pendidikan dan pemangkasan anggaran untuk layanan dasar publik.
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan naikkan upah buruh, dengan mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan buruh.
- Tetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan NTT, serta mempercepat mobilisasi bantuan dan mempermudah pengalokasian anggaran untuk pemulihan wilayah terdampak bencana.
- Jamin dan penuhi hak pekerja rumah tangga, melalui regulasi yang memberikan perlindungan hukum, kepastian upah, serta pengaturan jam kerja.
- Demiliterisasi, dengan menolak masuknya peran militer ke dalam ruang sipil dan menegakkan supremasi sipil.
- Hentikan kriminalisasi aktivis dan bebaskan tahanan politik, dengan menolak kriminalisasi terhadap pejuang HAM, buruh, aktivis agraria, serta kelompok masyarakat yang menyuarakan demokrasi.
- Sita aset koruptor, terhadap aset hasil tindak pidana korupsi yang telah terbukti secara hukum, serta mendorong pemanfaatannya untuk kepentingan pendidikan, kesehatan, dan penanganan korban bencana di wilayah terdampak.
RMP4 Datang Membawa Dukungan terhadap Program Pemerintah
Berbeda dengan dua kelompok sebelumnya, sekelompok masyarakat sipil asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang mengatasnamakan Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) justru berencana hadir untuk menyampaikan dukungan terhadap sejumlah program pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator RMP4, Ali, mengatakan pihaknya menilai program MBG memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam membantu meningkatkan asupan gizi anak-anak.
“Kami sangat terbantu dengan program MBG. Selain uang saku dapat ditabung, program ini juga membantu meningkatkan gizi anak,” ujar Ali.
RMP4 menilai program tersebut perlu terus dievaluasi dan ditingkatkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Dengan adanya beberapa kelompok yang membawa aspirasi berbeda, aksi pada Kamis, 27 Agustus 2026, diperkirakan akan menjadi ruang penyampaian berbagai pandangan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah dan kondisi sosial-politik nasional.
Laporan: Kontributor Angel Vision, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber dan laporan yang diterima Mabes Polri.
Catatan redaksi: Sejumlah tuntutan dan pernyataan dalam tulisan ini merupakan aspirasi dari masing-masing kelompok peserta aksi dan bukan merupakan kesimpulan atau sikap redaksi.
Kaperwil Jabar/Achmad Syarief Ali














