Angelvissionnews.com | Karawang — Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan beberapa pria saling berpelukan. Video itu disebut direkam di sebuah kelab malam di Karawang, Jawa Barat, dan memunculkan dugaan adanya pesta gay.
Dalam video yang beredar, terlihat suasana ramai di sebuah tempat hiburan malam dengan pencahayaan redup dan sorotan lampu neon berwarna biru, merah, serta ungu.
Sejumlah pria muda tampak saling berpelukan dan merangkul satu sama lain sambil berjoget mengikuti alunan musik yang diputar.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Karawang, Fiki N Ardiansyah, mengatakan pihaknya masih menyelidiki kebenaran peristiwa yang terekam dalam video tersebut. “Sedang kita dalami ya,” ujarnya singkat.
Di sisi lain, Kabid PPUD Satpol PP Karawang, D. A. Prasetya, menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi di salah satu kelab malam di Karawang. Ia juga memastikan pihak pengelola akan dipanggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.
“Iya, itu di Karawang Theatre Night Mart. Pengelolanya besok saya panggil,” tegasnya.
Munculnya video tersebut memicu reaksi dari sejumlah organisasi masyarakat Islam, salah satunya GP Ansor Karawang.
Sekretaris GP Ansor Karawang, Abdullah Hakim, meminta aparat menindak tegas pihak yang terlibat, termasuk pengelola usaha terkait.
“Tindak tegas para pelaku dan pengelola usahanya. Jangan sampai aktivitas tersebut dinormalisasi,” ujarnya.
Hakim juga mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang untuk memberikan sanksi tegas kepada pelaku usaha yang dianggap membiarkan atau menormalisasi aktivitas tersebut.
Menurutnya, kejadian serupa bukan kali pertama terdengar di Karawang sehingga perlu ada langkah konkret dari pihak berwenang.
Lebih lanjut, ia menilai persoalan hubungan sesama jenis tidak hanya berkaitan dengan aspek moral dan agama, tetapi juga menyangkut isu kesehatan masyarakat. Hakim menambahkan, berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karawang, jumlah kasus HIV di wilayah tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun.
Menurut Hakim, selama periode Januari hingga Agustus 2025 tercatat 253 kasus baru HIV di Karawang, dengan mayoritas penderita berasal dari kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL). Karena itu, ia menyayangkan apabila aktivitas semacam itu dibiarkan terus berlangsung.
Ia juga menyoroti bahwa orang-orang yang terlihat dalam video didominasi kalangan muda. Oleh sebab itu, ia meminta semua pihak untuk lebih serius dalam menjaga generasi muda dari berbagai bentuk penyimpangan moral.
“Melihat dari video yang beredar, yang terlibat anak-anak muda. Oleh karena itu, selamatkan generasi muda ini dari penyimpangan moral,” tegasnya.
Redaksi














