Angelvissionnews.com | Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan rotasi dan mutasi terhadap lebih dari 450 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri. Pergantian tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram yang diterbitkan setelah pelantikannya oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026).
Mutasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri, mulai dari Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum), Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim), Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam), Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam), hingga Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam).
Langkah rotasi ini menjadi bagian penting dari perubahan susunan pejabat di tubuh Korps Bhayangkara. Pergantian pimpinan pada sejumlah satuan strategis juga menempatkan para pejabat baru pada posisi yang memiliki tanggung jawab besar dalam pengawasan internal, penegakan hukum, intelijen, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Mutasi pertama tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Surat tersebut memuat pergantian terhadap sedikitnya 288 Pati dan Pamen Polri.
Dengan demikian, mutasi tahap pertama menjadi bagian terbesar dari rangkaian perombakan jabatan yang disebut mencakup lebih dari 450 personel. Dua surat telegram lainnya melengkapi rangkaian rotasi tersebut.
Sejumlah pejabat utama Mabes Polri berganti
Dalam rotasi tersebut, Komjen Pol. Asep Edi Suheri dipercaya menduduki jabatan Irwasum Polri setelah sebelumnya menjabat Kapolda Metro Jaya. Ia menggantikan Komjen Pol. Wahyu Widada yang disebut mendapat penugasan di Kementerian ATR/BPN.
Perubahan juga terjadi pada posisi Kabaintelkam. Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti ditunjuk untuk mengisi jabatan tersebut, menggantikan Komjen Pol. Yuda Gustawan yang dalam informasi mutasi disebut mendapat penugasan di Kantor Staf Presiden (KSP).
Sementara itu, jabatan Kabareskrim Polri dipercayakan kepada Irjen Pol. Asep Safrudin. Ia menggantikan Komjen Pol. Syahardiantono yang disebut mendapat penugasan baru di KSP.
Di bidang pemeliharaan keamanan, Irjen Pol. Hery Herjawan ditunjuk sebagai Kabaharkam Polri. Sebelumnya, ia menjabat Kapolda Riau. Ia mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Komjen Pol. Karyoto.
Pergantian berikutnya terjadi pada jabatan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri. Irjen Pol. Rudi Darmoko, yang sebelumnya menjabat Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), dipercaya menduduki posisi tersebut. Ia menggantikan Komjen Pol. RZ Panca Putra yang disebut mendapat penugasan di Kementerian Hukum.
Pergantian para pejabat tersebut memperlihatkan perubahan susunan pimpinan di sejumlah lembaga utama Polri. Penempatan pejabat dengan latar belakang penugasan berbeda menjadi bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier di lingkungan kepolisian.
Daftar pejabat baru di lingkungan Mabes Polri
Brigjen Pol. Deni Dharmapala Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Kapolri
Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam)
Irjen Pol. Roberto GM Pasaribu Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kadiv TIK) Polri
Brigjen Pol. Tubagus Ami Prindani Kepala Detasemen Khusus (Kadensus) 88 Antiteror Polri
Irjen Pol. Ahrie Sonta Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri
Irjen Pol. Arie Ardian Rishadi Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor)
Kombes Pol. Didik Hariyanto Koordinator Sekretariat Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri
Penugasan tersebut mencakup bidang perencanaan dan anggaran, pengelolaan sumber daya manusia, dukungan teknologi informasi, penegakan disiplin internal, penanganan terorisme, bantuan hukum, hingga pemberantasan tindak pidana korupsi.
Khusus pada bidang pengawasan internal, posisi Kadiv Propam memiliki peran penting dalam penegakan disiplin dan kode etik anggota Polri. Sementara itu, Kortastipidkor menjalankan fungsi kepolisian dalam penanganan tindak pidana korupsi sesuai kewenangannya.
Tantangan bagi jajaran baru
Pergantian pejabat di lingkungan Mabes Polri menempatkan para pejabat baru pada sejumlah tanggung jawab strategis. Pengawasan internal, profesionalisme penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta pemeliharaan keamanan menjadi beberapa bidang yang menjadi perhatian publik terhadap kinerja kepolisian.
Di sisi lain, rotasi jabatan juga menuntut kesinambungan program dan pelaksanaan tugas agar pergantian pimpinan tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Para pejabat yang baru ditunjuk diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing, menjaga integritas institusi, serta memperkuat akuntabilitas dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Bagi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, perubahan susunan pejabat ini menjadi bagian dari awal kepemimpinannya setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026.
Redaksi














