Angelvissionnews.com | Kupang – Duka mendalam menyelimuti keluarga Willy Mboik (24), seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) perempuan asal Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dilaporkan tewas setelah ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Kesedihan keluarga korban semakin bertambah setelah muncul dugaan bahwa anggota KKB menghubungi keluarga Willy melalui video call menggunakan telepon seluler milik korban. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, sosok yang diduga anggota kelompok bersenjata tersebut terlihat melakukan panggilan video kepada keluarga korban.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena dalam rekaman itu, pihak yang diduga sebagai pelaku disebut sempat tertawa ketika berkomunikasi dengan keluarga Willy.
Rekaman video call tersebut viral di media sosial pada Jumat (11/9/2026). Dalam percakapan yang emosional, salah seorang anggota keluarga Willy menyampaikan kemarahan sekaligus mempertanyakan alasan korban harus kehilangan nyawa.
“Perbuatanmu, Tuhan akan jawab.”
Ucapan tersebut disampaikan seorang pria yang diduga merupakan keluarga korban.
Pria tersebut kemudian mempertanyakan alasan Willy menjadi korban penembakan.
“Anak saya ada salah apa sampai kau bunuh?”
Keluarga Mengaku Diteror Video Call
Paman korban, Johanes Baba, mengungkapkan bahwa keluarga Willy di Kota Kupang maupun Rote Ndao mendapatkan panggilan video yang diduga dilakukan menggunakan telepon seluler milik Willy.
Menurut Johanes, panggilan tersebut terjadi setelah Willy dinyatakan meninggal dunia akibat penembakan yang terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
“Kemarin pagi yang teror-teror di Rote dan di Kupang sini video call. Video call ini yang pegang HP-nya almarhum,” kata Johanes saat diwawancarai di Kupang, Jumat (11/9/2026).
Keterangan tersebut menambah kepedihan keluarga yang tengah berduka. Mereka tidak hanya harus menerima kenyataan kehilangan Willy, tetapi juga menghadapi panggilan video yang diduga berasal dari pihak yang menggunakan telepon seluler milik korban.
Keluarga Berduka dan Geram
Johanes mengatakan keluarga sangat terpukul atas kepergian Willy. Menurutnya, keluarga di NTT merasa kehilangan sosok yang mereka cintai.
“Kami merasa sangat kehilangan anak kami Willy,” ujar Johanes.
Ia juga mengaku sedih sekaligus geram terhadap peristiwa yang menimpa keponakannya tersebut.
Willy diketahui merupakan seorang CPNS perempuan asal Rote Ndao, NTT. Ia menjadi korban penembakan yang terjadi di wilayah Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Kasus ini pun menimbulkan keprihatinan, khususnya terkait keamanan masyarakat sipil maupun aparatur pemerintah yang menjalankan aktivitas dan tugas di wilayah Papua Pegunungan.
Polisi Diharapkan Usut Tuntas
Keluarga korban berharap aparat keamanan dapat mengusut secara menyeluruh kasus penembakan yang menewaskan Willy, termasuk menelusuri dugaan penggunaan telepon seluler milik korban untuk melakukan video call kepada keluarganya.
Pihak keluarga juga berharap pelaku yang bertanggung jawab atas kematian Willy dapat segera diidentifikasi dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap masyarakat sipil tidak boleh dibiarkan. Penegakan hukum dan perlindungan terhadap warga menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Redaksi














