Angelvissionnews.com | LOMBOK TENGAH — Duka mendalam menyelimuti masyarakat Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah kebakaran hebat melanda kawasan Desa Adat Sade pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.
Berdasarkan laporan BPBD NTB, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.15 WITA. Kobaran api dengan cepat menjalar dan melalap permukiman adat yang sebagian besar bangunannya menggunakan material yang mudah terbakar.
Api baru berhasil dikendalikan setelah petugas gabungan berjibaku sepanjang malam. Kobaran api dilaporkan berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Minggu, 23 Agustus 2026 sekitar pukul 05.00 WITA.
PULUHAN RUMAH HANGUS
Kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan sangat parah. Data BPBD NTB mencatat 89 rumah mengalami rusak berat, sementara pendataan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memastikan jumlah keseluruhan bangunan dan warga yang terdampak.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas penting di kawasan adat turut terdampak, antara lain masjid, berugak adat, lumbung, Bale Beleq, toilet, gerbang adat serta puluhan art shop yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi dan pariwisata masyarakat Sade.
Kondisi pascakebakaran memperlihatkan banyak bangunan yang rata dengan tanah dan hanya menyisakan puing-puing. Warga pun harus kembali ke lokasi untuk mencari barang-barang yang masih mungkin diselamatkan dari reruntuhan.
RATUSAN WARGA TERDAMPAK
Dampak sosial dari bencana ini sangat besar. Data sementara pemerintah menyebut sekitar 120 kepala keluarga atau sekitar 320 jiwa terdampak dan membutuhkan bantuan, termasuk kebutuhan makanan, tempat tinggal sementara, kesehatan, serta kebutuhan pendidikan anak-anak.
Sementara itu, aktivitas ekonomi masyarakat juga mengalami pukulan berat. Banyak warga kehilangan rumah sekaligus tempat usaha dan perlengkapan kerajinan yang menjadi sumber penghidupan mereka.
KERUGIAN DITAKSIR PULUHAN MILIAR
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memperkirakan kerugian sementara mencapai sekitar Rp34 miliar berdasarkan pendataan awal terhadap rumah dan berbagai fasilitas yang terdampak. Nilai tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan dan verifikasi di lapangan.
Pemerintah daerah telah melakukan penanganan darurat, termasuk menyediakan tempat pengungsian, dapur umum, serta menyiapkan berbagai kebutuhan dasar bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Status tanggap darurat juga ditetapkan untuk penanganan pascakebakaran.
DUKA UNTUK SADE
Desa Adat Sade bukan sekadar permukiman. Kawasan ini merupakan salah satu ikon budaya dan pariwisata Lombok yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Sasak.
Kini, sebagian besar kawasan tersebut berubah menjadi puing akibat kebakaran.
PRAY FOR DUSUN ADAT SADE, LOMBOK.
Semoga seluruh warga yang terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan. Semoga bantuan dari pemerintah, masyarakat, komunitas, pelaku usaha, serta seluruh pihak dapat segera disalurkan untuk memenuhi kebutuhan para korban dan membantu proses pemulihan.
Rumah boleh terbakar, tetapi semangat masyarakat Sade untuk bangkit tidak boleh padam.
#PrayForDusunAdatSade
#SadeLombok
#LombokTengah
#KebakaranSade
#NTB
#PeduliSesama
#AngelVission
#BeraniMembukaFakta














