Angelvissionnews.com | Cikarang Pusat – Warga Cikarang Pusat mendesak pemerintah daerah mengambil langkah tegas terhadap keberadaan batching plant di jalur Kalimalang dan Tegal Danas. Masyarakat meminta aktivitas batching plant yang berada di sekitar kawasan padat penduduk ditutup dan dipindahkan ke area kawasan industri yang dinilai lebih sesuai dengan aktivitas industri.
Keberadaan batching plant di sekitar permukiman menjadi sorotan karena aktivitas produksi, kendaraan pengangkut material, serta potensi debu yang ditimbulkan dikhawatirkan mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar.
Persoalan ini dinilai semakin serius karena jalur tersebut merupakan salah satu akses menuju pusat pemerintahan Kabupaten Bekasi. Ironisnya, menurut keresahan warga, persoalan lingkungan justru terjadi di jalur yang menjadi akses masyarakat menuju pusat pemerintahan daerah.
KADES JAYAMUKTI: SUDAH DIUPAYAKAN DISIRAM 3 KALI SEHARI
Di tengah tuntutan warga, Kepala Desa Jayamukti memberikan pernyataan bahwa pihaknya telah berupaya mengurangi dampak debu dengan melakukan penyiraman jalan tiga kali sehari, pagi, siang dan malam.
Namun bagi sebagian masyarakat, langkah tersebut dinilai belum menyentuh persoalan utama.
“Disiram tiga kali sehari bukan solusi,” menjadi salah satu sorotan warga. Sebab, apabila penyiraman dilakukan secara berlebihan, kondisi jalan justru dapat berubah menjadi basah, becek dan licin, terutama ketika bercampur dengan tanah maupun material yang terbawa kendaraan.
Kondisi tersebut bukan hanya persoalan kebersihan. Jalan yang licin dan berlumpur juga berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan serta meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
DEBU SEMEN BUKAN PERKARA SEPELE
Debu dari aktivitas material konstruksi, termasuk debu semen, dapat mengiritasi saluran pernapasan dan mata. Paparan debu dalam jumlah tinggi atau berulang dapat memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada orang yang sudah memiliki masalah pernapasan.
Dalam kondisi tertentu, paparan debu mineral yang mengandung silika kristalin respirabel juga dapat menimbulkan penyakit serius seperti:
Iritasi hidung, tenggorokan dan saluran pernapasan
Batuk dan sesak napas
Asma atau memperburuk gejala asma
Bronkitis kronis
Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
Silikosis, apabila terdapat paparan silika respirabel dalam kadar dan durasi tertentu
Paparan silika respirabel jangka panjang juga diketahui berkaitan dengan kanker paru-paru.
Namun, perlu digarisbawahi, jenis dan tingkat risiko kesehatan tidak dapat ditentukan hanya dari keberadaan batching plant. Diperlukan pengukuran kualitas udara dan pemeriksaan lingkungan untuk mengetahui kadar serta jenis partikulat yang terpapar kepada masyarakat.
WARGA PERTANYAKAN KETEGASAN PLT BUPATI BEKASI
Masyarakat Cikarang Pusat kini mempertanyakan sejauh mana ketegasan PLT Bupati Bekasi dalam menangani persoalan yang menyangkut kepentingan warga.
Pertanyaan yang muncul sederhana:
Jika warga sudah menyampaikan keresahan, kapan pemerintah mengambil keputusan yang benar-benar menyelesaikan persoalan?
Warga tidak hanya membutuhkan penyiraman jalan. Mereka membutuhkan jaminan lingkungan yang aman, pengawasan yang nyata, serta penataan lokasi kegiatan industri yang tidak mengorbankan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Jangan sampai solusi yang diberikan hanya bersifat sementara, sementara akar persoalannya tetap dibiarkan.
BUKAN SEKADAR DISIRAM, TAPI SELESAIKAN AKAR MASALAH
Penyiraman tiga kali sehari mungkin dapat menjadi salah satu langkah pengendalian debu dalam kondisi tertentu. Tetapi apabila sumber persoalan berasal dari aktivitas industri yang lokasinya dianggap tidak sesuai dengan lingkungan sekitar, maka penyiraman saja tidak cukup.
Warga meminta pemerintah melakukan evaluasi secara menyeluruh, mulai dari perizinan, tata ruang, pengelolaan lingkungan, pengendalian debu, lalu lintas kendaraan berat, hingga dampaknya terhadap masyarakat sekitar.
Jika hasil evaluasi menunjukkan lokasi tersebut tidak layak berada di tengah kawasan padat penduduk, maka pemerintah harus berani mengambil keputusan.
Pindahkan ke kawasan industri.
Karena pembangunan dan investasi seharusnya berjalan beriringan dengan keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat.
PERTANYAAN TERAKHIR UNTUK PEMERINTAH KABUPATEN BEKASI:
“PLT Bupati Bekasi, bisa kerja tidak?”
Warga tidak membutuhkan janji.
Warga membutuhkan ketegasan dan tindakan nyata.
LINGKUNGAN SEHAT BUKAN KEMEWAHAN.
KESELAMATAN WARGA BUKAN UNTUK DIPERTARUHKAN.
Redaksi














