Angelvissionnews.com | Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terbaru penyidikan kasus pengeroyokan yang menyebabkan Bambang Setiawan meninggal dunia dalam kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 27 Agustus 2026.
Dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/9/2026), polisi merilis sketsa wajah dua orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap Bambang. Sketsa tersebut dibuat setelah penyidik memadukan keterangan para saksi dengan hasil analisis digital, termasuk rekaman CCTV dan video yang berkaitan dengan kejadian.
Dua Sketsa Terduga Pelaku Dirilis
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menjelaskan bahwa penyidik melakukan pencocokan antara keterangan saksi dan berbagai petunjuk digital untuk mendapatkan gambaran wajah terduga pelaku.
Terduga pertama disebut merupakan laki-laki berusia sekitar 30–40 tahun, dengan ciri antara lain wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, mata hitam, dan kulit cokelat.
Sementara terduga kedua juga diperkirakan laki-laki berusia sekitar 30–40 tahun, dengan ciri wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, serta memiliki kumis dan janggut.
Polisi Periksa 14 Saksi
Dalam penyidikan kasus tersebut, Polda Metro Jaya telah meminta keterangan dari 14 orang saksi. Para saksi memberikan informasi mengenai rangkaian peristiwa yang terjadi, termasuk dugaan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa Bambang serta perusakan fasilitas publik di sekitar lokasi.
Keterangan saksi kemudian dikembangkan dengan bukti digital. Polisi menganalisis rekaman CCTV, video, serta konten yang beredar di media sosial untuk membantu mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
Pengejaran Dua Terduga Pelaku
Setelah sketsa wajah diperoleh, polisi kini melakukan pengejaran terhadap kedua terduga pelaku.
Polda Metro Jaya menegaskan penyidikan masih terus dikembangkan. Polisi tidak hanya berupaya mengungkap pihak yang diduga melakukan pengeroyokan secara langsung, tetapi juga mendalami keseluruhan rangkaian kerusuhan yang terjadi pada malam tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena Bambang Setiawan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban kekerasan dalam kericuhan di kawasan Pejompongan.
Polisi Imbau Masyarakat Berikan Informasi
Dengan dirilisnya dua sketsa, masyarakat diharapkan dapat membantu penyidik apabila mengenali atau mengetahui keberadaan orang dengan ciri-ciri tersebut.
Informasi dari masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam mempercepat proses pengungkapan perkara. Namun, identitas kedua pria dalam sketsa tersebut masih berstatus terduga dan belum dapat dinyatakan sebagai pelaku sebelum proses hukum membuktikannya.
Pengusutan Terus Berjalan
Polda Metro Jaya menyatakan akan terus mengembangkan penyidikan untuk mengungkap secara terang peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Bambang Setiawan.
Keterangan saksi, bukti digital, rekaman CCTV, serta berbagai dokumentasi yang tersedia menjadi bagian dari proses penyidikan untuk membangun rangkaian fakta secara utuh.
Polisi kini memburu dua terduga berdasarkan sketsa yang telah dirilis. Publik menunggu proses hukum berjalan transparan dan seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum.
Redaksi














