Angelvissuonnews.com | Jambi – Kasus yang menyeret nama sejumlah pihak kembali menjadi sorotan setelah Briptu Muhammad Daffa Januar, yang disebut sebagai ajudan Kombespol Handoko, buka suara dari balik jeruji besi.
Dalam keterangannya, Briptu Muhammad Daffa Januar mengungkap sejumlah hal yang dinilai perlu didalami secara serius oleh aparat penegak hukum. Ia menyebut bahwa rangkaian aktivitas yang dipersoalkan tersebut bukan semata-mata inisiatif dirinya, melainkan diduga berkaitan dengan adanya perintah dari Kombespol Handoko.
Tak hanya itu, Daffa juga mengungkap dugaan adanya aliran uang kepada Kombespol Handoko. Pernyataan tersebut menjadi titik penting yang perlu diuji melalui pemeriksaan saksi, penelusuran transaksi keuangan, komunikasi, serta bukti-bukti lain yang relevan.
DIMINTA MENCARI PASIEN SEBANYAK-BANYAKNYA
Salah satu keterangan yang mencuat adalah dugaan bahwa Briptu Muhammad Daffa Januar diminta untuk mencari pasien sebanyak-banyaknya.
Jika keterangan tersebut benar, maka persoalannya tidak lagi berhenti pada tindakan individu. Aparat penegak hukum perlu mengurai secara menyeluruh siapa yang memberikan instruksi, bagaimana mekanismenya, siapa saja yang terlibat, dari mana sumber dana berasal, serta ke mana uang tersebut kemudian mengalir.
Keterangan dari dalam tahanan tersebut tentunya harus ditempatkan sebagai informasi atau pengakuan yang masih memerlukan pembuktian. Namun, apabila disertai bukti pendukung, keterangan tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk membongkar dugaan keterlibatan pihak lain.
ALIRAN UANG JADI PERTANYAAN BESAR
Dugaan aliran uang kepada Kombespol Handoko menjadi bagian yang tidak kalah penting untuk diusut.
Pertanyaan mendasarnya adalah: berapa jumlah uang yang disebut mengalir, melalui siapa, dalam bentuk apa, kapan transaksi dilakukan, dan untuk kepentingan apa?
Penelusuran rekening, transaksi tunai, komunikasi elektronik, serta keterangan para saksi dapat menjadi bagian penting dalam menguji kebenaran informasi tersebut.
Tidak boleh ada kesimpulan sepihak sebelum seluruh bukti diperiksa secara objektif. Sebaliknya, apabila memang ditemukan bukti adanya aliran dana dan keterkaitan dengan pihak tertentu, proses hukum harus berjalan tanpa pandang bulu.
SEMUA PIHAK YANG TERLIBAT DIMINTA DIPERIKSA
Munculnya keterangan Briptu Muhammad Daffa Januar juga memunculkan desakan agar penyidik tidak hanya memeriksa pihak yang berada di posisi paling bawah.
Seluruh pihak yang disebut dalam rangkaian peristiwa tersebut perlu dipanggil dan dimintai keterangan secara proporsional, termasuk pihak yang diduga memberikan perintah, pihak yang menerima atau mengelola uang, pihak yang mencari pasien, serta pihak lain yang mengetahui atau terlibat dalam rangkaian kejadian.
Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan apakah keterangan Daffa merupakan pengakuan yang berdiri sendiri atau memiliki kesesuaian dengan bukti-bukti lain.
JANGAN BERHENTI PADA “PELAKU LAPANGAN”
Publik tentu berhak mempertanyakan apakah perkara ini hanya melibatkan orang-orang yang berada di lapangan atau terdapat dugaan struktur perintah yang lebih tinggi.
Jika benar terdapat instruksi untuk mencari pasien dalam jumlah sebanyak-banyaknya, maka harus dijawab secara terang: siapa yang memberikan instruksi tersebut dan apa tujuan di baliknya?
Begitu pula dengan dugaan aliran uang. Setiap transaksi yang berkaitan dengan perkara harus ditelusuri hingga titik awal dan titik akhirnya.
Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pihak yang mudah dijangkau apabila terdapat dugaan keterlibatan pihak lain yang lebih berpengaruh.
PENYIDIK DIMINTA TRANSPARAN DAN PROFESIONAL
Penyidik diharapkan dapat membuka ruang pemeriksaan secara menyeluruh dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah dan hak setiap orang untuk memberikan klarifikasi.
Keterangan Briptu Muhammad Daffa Januar perlu diuji secara konfrontatif dengan bukti, bukan sekadar dipercaya atau ditolak begitu saja.
Jika keterangannya terbukti benar, maka siapa pun yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum. Namun apabila terdapat bagian yang tidak benar, penyidik juga harus mampu mengungkapnya berdasarkan bukti.
Kini bola berada di tangan aparat penegak hukum.
Apakah keterangan dari balik jeruji tersebut akan menjadi pintu masuk untuk mengungkap dugaan jaringan yang lebih luas, atau justru berhenti sebagai kesaksian seorang terdakwa?
Redaksi














