Angelvissionnews.com | Subang – Rencana audiensi antara Forum Aliansi Subang Ngabret dengan PT BYD Indonesia kembali menjadi perhatian. Pertemuan yang sedianya digelar untuk membahas sejumlah aspirasi masyarakat Subang tersebut kini dijadwalkan ulang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Jumat, 11/06/2026.
Penjadwalan ulang dilakukan agar audiensi dapat berlangsung lebih efektif dan dihadiri oleh pihak PT BYD Indonesia yang memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan maupun mengambil keputusan terhadap berbagai hal yang akan disampaikan forum.
Bagi Forum Aliansi Subang Ngabret, perubahan jadwal bukan berarti aspirasi masyarakat ikut ditunda.
Justru sebaliknya, forum menilai kesempatan pertemuan berikutnya harus dimanfaatkan untuk menghadirkan dialog yang lebih terbuka, serius, dan menghasilkan langkah konkret.
Koordinator Forum Aliansi Subang Ngabret, Megi Akbar Setiawan, menegaskan pihaknya menghargai keputusan tersebut dan tetap membuka ruang komunikasi dengan perusahaan.
“Kami memahami dan menghargai keputusan ini. Justru kami melihat ini sebagai bentuk keseriusan PT BYD untuk berdialog secara komprehensif. Kami tetap berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat Subang terkait penyerapan tenaga kerja lokal, CSR, dan dampak industri.”
JANGAN SAMPAI WARGA HANYA JADI PENONTON
Forum Aliansi Subang Ngabret menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam perkembangan industri di Subang.
Pertumbuhan investasi dan hadirnya perusahaan besar di daerah seharusnya tidak hanya dilihat dari nilai investasi atau pembangunan kawasan industri. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah:
Sejauh mana masyarakat Subang mendapatkan manfaat langsung dari keberadaan industri tersebut?
Persoalan penyerapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu poin yang akan dibawa dalam audiensi.
Forum menginginkan adanya perhatian serius terhadap peluang kerja bagi warga Subang, sehingga masyarakat di sekitar kawasan industri memiliki kesempatan yang proporsional untuk ikut menikmati dampak positif dari pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain tenaga kerja, program Corporate Social Responsibility (CSR) juga menjadi perhatian.
Forum ingin memastikan kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar bukan sekadar formalitas, melainkan dapat diarahkan pada program yang benar-benar memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat.
DAMPAK INDUSTRI JUGA HARUS DIBUKA
Di sisi lain, perkembangan industri juga tidak bisa dilepaskan dari persoalan lingkungan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Forum Aliansi Subang Ngabret berencana menyampaikan aspirasi masyarakat mengenai berbagai dampak yang perlu menjadi perhatian bersama.
Prinsipnya sederhana:
Investasi dibutuhkan, industri diperlukan, tetapi kepentingan masyarakat tidak boleh berada di posisi paling belakang.
Karena itu, forum berharap audiensi mendatang tidak berhenti pada pertemuan seremonial dan penyampaian aspirasi semata.
Masyarakat membutuhkan jawaban yang jelas, komitmen yang terukur, dan tindak lanjut yang dapat dipantau.
FORUM TUNGGU KOMITMEN NYATA
Saat ini Forum Aliansi Subang Ngabret dan PT BYD Indonesia masih melakukan koordinasi untuk menentukan jadwal baru audiensi.
Forum berharap pada pertemuan berikutnya, pihak-pihak yang hadir benar-benar memiliki kapasitas dan kewenangan sehingga persoalan yang dibahas tidak kembali berhenti pada tahap mendengar.
Megi Akbar Setiawan menegaskan bahwa forum tidak menutup pintu terhadap investasi maupun perkembangan industri di Subang.
Namun, investasi harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat.
Forum Aliansi Subang Ngabret ingin memastikan pembangunan industri tidak hanya menghadirkan gedung, kendaraan, mesin, dan angka investasi, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi warga Subang.
Kabiro Subang/Rega Shalim














