Angelvissionnews.com | Selat Sunda – Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah aktivitas erupsi terpantau pada Sabtu, 5 September 2026 sekitar pukul 00.22 WIB.
Aktivitas tersebut disebut terdokumentasi melalui kamera pemantauan dan turut terlihat oleh nelayan yang sedang melaut di sekitar perairan Selat Sunda. Dalam rekaman yang beredar, tampak cahaya terang dari arah Gunung Anak Krakatau disertai semburan material vulkanik yang menerangi kawasan sekitar gunung.
Peristiwa tersebut juga menjadi perhatian setelah muncul laporan dari masyarakat mengenai suara dentuman yang terdengar hingga wilayah Bandung. Sejumlah warga mengaku terbangun dan merasakan getaran pada bagian rumah seperti pintu maupun dinding.
Namun demikian, keterkaitan suara dentuman di Bandung dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih perlu dikonfirmasi secara ilmiah oleh pihak berwenang. Jarak Bandung dengan Anak Krakatau cukup jauh sehingga informasi mengenai sumber suara maupun getaran tidak sebaiknya disimpulkan hanya berdasarkan kesamaan waktu kejadian.
Angel Vission mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap mengutamakan informasi resmi dari PVMBG/Badan Geologi serta instansi terkait mengenai aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, termasuk status gunung api, potensi bahaya, dan batas wilayah yang harus dihindari.
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan Selat Sunda juga diminta mengikuti arahan petugas dan tidak mendekati zona berbahaya apabila terdapat peningkatan aktivitas gunung api.
Redaksi














