Angelvissionnews.com | Jakarta — Polemik penangguhan penahanan terhadap Roy Suryo dan dr. Tifa dalam perkara dugaan fitnah terkait isu ijazah Presiden ke-7 RI kembali menjadi perhatian publik. Muncul dugaan adanya sosok “orang kuat” yang berada di balik dikabulkannya penangguhan penahanan tersebut. Dugaan itu disampaikan oleh Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan, yang menyatakan pihaknya mengetahui identitas sosok tersebut, namun meminta agar penyampaiannya dilakukan langsung oleh Joko Widodo.
Menurut Ade Darmawan, pihaknya menyesalkan keputusan penangguhan penahanan dan meminta penjelasan terbuka dari Kejaksaan terkait alasan pengabulan permohonan tersebut. Ia juga menyebut Jokowi nantinya akan menyampaikan sendiri kepada publik mengenai sosok yang diduga memiliki pengaruh dalam proses itu.
Di tengah berkembangnya isu tersebut, kekecewaan yang dikaitkan dengan Jokowi disebut berangkat dari berlarut-larutnya polemik tudingan ijazah palsu yang telah menyeret berbagai pihak ke ranah hukum. Selain itu, munculnya dugaan intervensi terhadap proses penegakan hukum dinilai berpotensi menimbulkan pertanyaan publik mengenai asas keadilan dan kesetaraan di depan hukum. Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Jokowi yang secara langsung menyebut identitas “orang kuat” tersebut maupun menguraikan secara rinci bentuk kekecewaannya.
Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menjelaskan bahwa penangguhan penahanan diberikan setelah mempertimbangkan permohonan dari kuasa hukum dan keluarga tersangka yang bertindak sebagai penjamin, serta adanya komitmen untuk bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung.
Perkembangan kasus ini masih terus menjadi perhatian masyarakat. Publik kini menunggu apakah Jokowi benar-benar akan mengungkap sosok yang disebut sebagai “orang kuat” tersebut dan bagaimana dampaknya terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
Redaksi














