Angelvissionnews.com | Medan – Nama Syerly, Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan dirinya melontarkan celetukan “Cie, curhat dia bah” kepada seorang warga yang sedang menyampaikan keluhan kepada Wali Kota Medan viral di media sosial, 28/07/2026
Video tersebut memicu beragam reaksi. Sebagian masyarakat menilai ucapan itu tidak mencerminkan sikap empati seorang pejabat publik saat warga menyampaikan aspirasi mengenai persoalan di lingkungannya, termasuk keluhan terkait minimnya penerangan jalan yang dinilai berpotensi meningkatkan tindak kriminal.
Peristiwa itu kembali mengangkat berbagai aspirasi warga yang sebelumnya telah disampaikan terhadap kepemimpinan Lurah Paya Pasir.
Sejumlah warga sebelumnya pernah melakukan aksi penyampaian aspirasi dengan beberapa tuntutan, di antaranya:
Meminta Wali Kota Medan mengevaluasi kinerja Lurah Paya Pasir.
Meminta pergantian Lurah Paya Pasir.
Menilai pelayanan publik belum maksimal.
Mengeluhkan lurah dinilai kurang responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Menyampaikan dugaan adanya intimidasi terhadap warga, yang merupakan tuduhan dari sebagian warga dan bukan fakta yang telah diputuskan pengadilan.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi yang menyatakan Syerly diberhentikan dari jabatannya terkait polemik tersebut.
Data Diri
Nama: Syerly
Jabatan: Lurah Paya Pasir
Kecamatan: Medan Marelan
Kota: Medan, Sumatera Utara
Harta Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 13 Februari 2025 untuk periode pelaporan tahun 2024, Syerly memiliki total harta kekayaan sebesar:
Total Harta Kekayaan
Rp84.206.010
Rincian Harta
A. Tanah dan Bangunan
Tanah dan bangunan seluas 240 m²/75 m² di Kota Medan (hasil sendiri): Rp220.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin
1 unit Honda H1B02N41LOAT Tahun 2023 (hasil sendiri): Rp10.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya
Nihil
D. Surat Berharga
Nihil
E. Kas dan Setara Kas
Rp7.206.010
F. Harta Lainnya
Nihil
Sub Total Harta
Rp237.206.010
Total Hutang
Rp153.000.000
Total Harta Kekayaan (Setelah Dikurangi Hutang)
Rp84.206.010
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut etika pelayanan publik dan cara pejabat merespons aspirasi masyarakat. Penilaian mengenai perilaku pejabat maupun tuntutan warga masih menjadi bagian dari dinamika publik, dan setiap pihak tetap berhak memberikan klarifikasi atau tanggapan sesuai ketentuan yang berlaku.
Redaksi














