Angelvissionnews.com | Jawa Barat — Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi sejumlah pejabat tinggi (Pati) Polri. Salah satu perubahan yang menjadi perhatian adalah pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat.
Irjen Pol Hengki yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Banten ditunjuk sebagai Kapolda Jawa Barat, menggantikan Irjen Pol Pipit Rismanto.
Pergantian tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto tertanggal 2 Oktober 2026. Rotasi ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi dan dinamika penempatan sejumlah perwira tinggi di lingkungan Polri.
Baru Lima Bulan Memimpin Polda Jabar
Masa jabatan Irjen Pol Pipit Rismanto sebagai Kapolda Jawa Barat terbilang relatif singkat, yakni sekitar lima bulan.
Pipit ditunjuk sebagai Kapolda Jawa Barat dalam mutasi Polri pada Mei 2026. Saat itu, Pipit menggantikan Irjen Pol Rudi Setiawan sebagai orang nomor satu di jajaran Polda Jawa Barat.
Penunjukan Pipit tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026.
Dengan adanya telegram mutasi terbaru tertanggal 2 Oktober 2026, tongkat komando Polda Jawa Barat kembali berpindah.
Hengki Beralih dari Polda Banten ke Jawa Barat
Irjen Pol Hengki sebelumnya dipercaya memimpin Polda Banten. Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari pertimbangan organisasi dalam penugasan barunya sebagai Kapolda Jawa Barat.
Jawa Barat merupakan salah satu wilayah dengan kompleksitas persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat yang cukup tinggi. Selain memiliki jumlah penduduk besar, wilayah hukum Polda Jabar juga mencakup kawasan industri, perkotaan, jalur transportasi strategis, hingga berbagai pusat aktivitas ekonomi.
Pergantian Kapolda tentu membawa ekspektasi baru terhadap arah kebijakan dan penguatan pelayanan kepolisian di wilayah tersebut.
Rotasi Merupakan Bagian dari Dinamika Organisasi
Pergantian pejabat tinggi Polri pada dasarnya merupakan bagian dari mekanisme rotasi, promosi, maupun penyegaran organisasi.
Karena itu, pergantian Kapolda Jawa Barat dalam waktu relatif singkat tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai bentuk evaluasi negatif terhadap pejabat sebelumnya tanpa adanya penjelasan resmi dari institusi.
Publik juga perlu melihat rotasi tersebut berdasarkan keputusan organisasi dan kebutuhan penataan internal Polri.
Namun demikian, pergantian pimpinan Polda Jabar setelah sekitar lima bulan masa kepemimpinan Pipit tetap menjadi perhatian publik, terutama karena Jawa Barat merupakan salah satu wilayah strategis dalam peta keamanan nasional.
Publik Menanti Arah Kepemimpinan Baru
Dengan ditunjuknya Irjen Pol Hengki sebagai Kapolda Jawa Barat, publik kini menantikan langkah-langkah kepemimpinan baru, khususnya dalam menjaga keamanan, penegakan hukum, pemberantasan kejahatan jalanan, narkotika, premanisme, serta pengamanan kawasan industri dan pusat ekonomi.
Tantangan lainnya adalah memastikan pelayanan kepolisian berjalan profesional, transparan, responsif, dan mampu membangun kepercayaan masyarakat.
Pergantian pucuk pimpinan juga diharapkan tidak sekadar menjadi perubahan struktural, tetapi dapat menghadirkan peningkatan nyata dalam pelayanan dan penegakan hukum di tengah masyarakat.
Pergantian Kapolda merupakan kewenangan institusi Polri melalui mekanisme mutasi dan rotasi jabatan. Sampai informasi ini disusun, pergantian Irjen Pol Pipit Rismanto kepada Irjen Pol Hengki perlu ditempatkan sebagai bagian dari dinamika organisasi Polri.
Masyarakat tentu memiliki hak untuk mengetahui arah kebijakan kepemimpinan baru Polda Jawa Barat serta indikator keberhasilan yang akan dicapai.
Kini tongkat komando telah berpindah. Tantangannya adalah bagaimana kepemimpinan baru mampu menjawab persoalan keamanan dan penegakan hukum di Jawa Barat secara profesional, terukur, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Redaksi













