JAKARTA — Kepolisian Daerah (Polda) Papua mengamankan seorang yang disebut sebagai salah satu tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Bandara Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Penangkapan tersebut dilakukan setelah aparat memperoleh informasi intelijen mengenai pergerakan yang bersangkutan di area bandara. Ia diduga hendak melakukan transaksi pembelian senjata api (senpi) dan amunisi.
Pengamanan berlangsung di area keberangkatan Bandara Dekai. Berdasarkan informasi awal yang disampaikan aparat, pria tersebut diduga memiliki peran dalam jaringan penyediaan logistik dan persenjataan bagi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah pegunungan tengah Papua.
Diduga Berperan sebagai Penyandang Dana
Dalam perkara tersebut, yang bersangkutan diduga berperan sebagai penyandang dana sekaligus penghubung dalam jaringan jual-beli senjata api ilegal.
Modus yang diduga digunakan yakni memanfaatkan jalur transportasi udara untuk membawa dana tunai dan bertemu dengan pihak yang disebut sebagai penyedia senjata di luar wilayah Yahukimo.
Dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan awal, aparat disebut mengamankan sejumlah barang, antara lain uang tunai senilai puluhan juta rupiah, telepon genggam, serta dokumen identitas yang diduga palsu.
Dibawa untuk Pemeriksaan
Setelah diamankan, yang bersangkutan dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik akan mendalami dugaan keterlibatannya serta menelusuri jaringan pemasok senjata dan pihak-pihak yang diduga menjadi penyandang dana.
Aparat keamanan juga meningkatkan pengawasan di sejumlah titik keluar-masuk wilayah, termasuk bandara dan pelabuhan, sebagai bagian dari upaya mengantisipasi pergerakan jaringan yang diduga terkait dengan perdagangan senjata ilegal.
Polda Papua masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut untuk memastikan peran masing-masing pihak serta asal-usul barang dan dana yang diamankan.
Jurnalis/Maliki Ibrahim














