Angelvissionnews.com | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyiapkan skema tukar tambah atau trade in bagi masyarakat yang masih menggunakan sepeda motor berbahan bakar bensin untuk beralih ke motor listrik. Skema tersebut menjadi salah satu opsi pemerintah dalam mempercepat penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.
Rencana itu disampaikan Prabowo saat meluncurkan Motor Listrik Nasional beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Prabowo mengatakan masyarakat yang sudah terlanjur memiliki motor bensin nantinya dapat menyerahkan kendaraan lama untuk mendapatkan motor listrik dengan tambahan biaya tertentu.
“Kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin, nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikit lah,” kata Prabowo.
Cicilan Motor Listrik Bisa Lebih Ringan
Selain skema tukar tambah, pemerintah juga mempertimbangkan kemudahan pembiayaan bagi masyarakat yang ingin membeli motor listrik.
Prabowo menyebut pemerintah akan mendorong penurunan bunga cicilan. Bahkan, opsi pembelian tanpa uang muka atau DP 0 persen turut dipertimbangkan agar kendaraan listrik semakin mudah dijangkau masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan masyarakat yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.
Dorong Penghematan Biaya Mobilitas
Prabowo juga menilai penggunaan motor listrik berpotensi memberikan penghematan biaya operasional bagi masyarakat. Dalam pemaparannya, ia menyebut biaya mobilitas menggunakan motor listrik dapat lebih hemat dibandingkan motor bensin.
Pemerintah melihat elektrifikasi kendaraan bukan hanya sebagai kebijakan sektor transportasi, tetapi juga bagian dari strategi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi dari luar negeri, terutama BBM.
Perkuat Industri Kendaraan Listrik Nasional
Skema tukar tambah tersebut juga beriringan dengan upaya pemerintah memperkuat industri motor listrik dalam negeri. Peluncuran Motor Listrik Nasional di Cikarang menjadi salah satu momentum untuk mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Meski demikian, mekanisme teknis tukar tambah, nilai kendaraan lama, besaran tambahan biaya, serta kriteria motor yang dapat mengikuti program belum dirinci pemerintah. Karena itu, masyarakat masih perlu menunggu ketentuan resmi sebelum program tersebut dapat dimanfaatkan.
Dengan skema tukar tambah, bunga kredit yang lebih rendah, dan peluang DP 0 persen, pemerintah berharap peralihan dari motor bensin ke motor listrik dapat berlangsung lebih cepat sekaligus memperkuat industri kendaraan listrik buatan dalam negeri.
Catatan: skema tukar tambah yang diberitakan saat ini masih berupa rencana/opsi yang disampaikan Presiden, bukan program yang sudah resmi dibuka untuk pendaftaran masyarakat.
Jurnalis: Indra Lesmana













